Judul : Catatan Pernikahan Penulis: Helvy Tiana Rosa
Terbit : Agustus 2008
Penerbit: Lingkar Pena
Tebal: 270 Halaman
Peresensi: N. Mursidi
|
Pernikahan yang dibangun di atas nyala cinta,
tidak dimungkiri bisa mengantar bahtera rumah tangga yang dihuni sepasang
suami-istri mampu “meraih” kebahagiaan. Sekali pun seribu konflik kadang datang
menghantam mahligai rumah tangga, justru hal itu kian mengukuhkan sikap
kedewasaan lantaran cinta sejati mampu meneguhkan janji untuk tak saling
mengkhianati. Apalagi, jika cinta itu dikobarkan dengan amunisi gairah,
makrifat, dan kesetiaan. Praktis, pernikahan akan menjadi janji suci di altar
cinta Ilahi.
Nyala cinta yang merekatkan dua insan lawan
jenis dalam bingkai pernikahan di altar cinta Ilahi itulah yang sekiranya pas
untuk menggambarkan potret pernikahan dua anak manusia, Helvy Tiana Rosa dan
Tomi Satryatomo. Apalagi, dari pernikahan mereka (yang dilangsungkan tahun
1995) itu kemudian lahir dua buah hati yang cerdas bahkan menyejukkan kalbu,
yakni Abdurahman Faiz dan Nadya Paramitha. Tentunya, kehadiran dua buah hati
itu serasa memupuk cinta mereka bisa terus tumbuh di samping ditopang dengan
bangunan komunikasi, sikap saling percaya dan kejujuran.
Padahal -sebagaimana dituturkan oleh Helvy
maupun Tomi dalam buku Catatan Pernikahan ini, di antara keduanya sebenarnya
memiliki karakter yang nyaris tidak bisa dipersatukan. Helvy periang, humoris,
sensitif, romantis dan lahir dari kultur Aceh-Medan yang ekspresif. Sedang Tomi
bisa dikata detail, logis, pendiam, serius, tidak romantis, dan lahir dari
kultur Jawa. Bahkan dulu, sebelum Helvy dan Tomi berikrar untuk menikah pun tak
didahului dengan proses pacaran.
Apa “rahasia” yang diterapkan pasangan Helvy dan
Tomi bisa meraih mahligai pernikahan yang harmonis? Jawabnya, tak lain karena
di balik pernikahan mereka ada nyala cinta yang dibangun dengan saksi Ilahi.
Maka, adanya ruang perbedaan itu tidak merenggut pernikahan mereka dari
keretakan apalagi perselingkuhan. Sebaliknya nyala cinta itu justru mampu
merekatkan makrifat, gairah dan kesetiaan sehingga melahirkan ketenangan. Di
samping itu keduanya ternyata menjalani kehidupan sehari-hari dengan sederhana.
Buku Catatan Pernikahan ini sebenarnya sudah
pernah diposting Helvy di sebuah blognya; http://helvy.multiply.com tetapi
karena kisah dari keluarga figur penggagas FLP (Forum Lingkar Pena) ini
mengandung keteladanan dan pelajaran yang layak ditiru dan ditularkan pada
orang lain, maka atas permintaan pembaca- kemudian diterbitkan jadi sebuah
buku. Untuk melengkapi kelengkapan cerita, maka buku ini disertakan catatan
dari Tomi (sang suami) dan Faiz.
Dengan mengangkat cerita yang cukup mengesankan
seputar masalah mahar yang dulu diajukan Helvy pada suami, kisah tentang
ta`aruf antara mereka yang tidak didahului pacaran, kisah masa awal pernikahan
yang jauh dari kemewahan seperti tak ada bulan madu, tinggal di sebuah
kontrakan, soal nginap Helvy (waktu mengandung Faiz dan Nadya) dan kehidupan
sehari-hari yang dijalani keluarga Helvy.
Tak salah, jika buku ini penuh taburan hikmah
sehingga bisa menjadi semacam pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh
pembaca, baik yang sudah menikah atau yang hendak menikah. Apalagi, dalam buku
ini Helvy menyisipkan pula pandangannya mengenai poligami dan penyelewengan
suami yang kerap menjadikan sang istri tidak lebih sebagai korban. [*]
Dimuat
di Majalah Anggun, Edisi 8 Maret 2009
Sumber:
http://resensibuku.com/?p=178
http://resensibuku.com/?p=178

Tidak ada komentar:
Posting Komentar