|
Judul:
Kecil-Kecil Jadi Pengusaha
Penulis: Nilam Zubir Penerbit: Pustaka Bestari |
Tak pelak lagi
gadis remaja berusia 15 tahun bernama Nilam Zubir ini memiliki bakat amat besar
untuk menjadi seorang penulis besar kelak. Perhatikan cara menulis pelajar kelas
tiga SMP yang pernah menjadi presenter cilik ini. Dia mampu menularkan
pengalaman konyol dari keseharian hidupnya yang sebenarnya serius, kepada
pembaca. Ia sungguh berbakat menggerakkan orang lain berbuat, atau setidaknya
terbuai oleh ceritanya.
Abaikan dulu Bahasa
Indonesia yang baik dan benar, tapi tangkaplah pesan-pesan besar dalam cerita
‘gilanya’ saat bagaimana orang seusianya jadi pengusaha.
Dia menjuduli buku
ini dengan “Kecil-kecil jadi Pengusaha.” Masih ada tempelan kalimat di
belakang judul itu, “A Gokil Story”! Sebenarnya karyanya bukan hanya yang
satu ini.
Dia memang gokil,
tentu saja dalam makna yang positif. Justru setiap kata dirangkai dan
setiap lelucon yang dia sampaikan, menunjukkan betapa cerdas dan luasnya
wawasan anak ini. Perhatikan pengantar dia di awal bukunya di bawah ini.
“Awal tahun ini,
emak dan daddy bilang, tambah umur mustinya tambah karya. Tiba-tiba gua nyadar.
Bener juga tuh ortu. Ya udah deh, gue kelarin ni buku. Tapi gua maunya naskahku
jangan diedit kebanyakan, ntar jadi kayak tulisan Pak Dendy Kepala Pusat Bahasa
hihihi..Emak setuju. Tooosss! Paling2 ntar editornya bilang “Bagus deh
ngeringanin kerjaan gue.” Hehe, lucu kan?
Itu baru
pengantarnya. Dari awal sampai akhir, buku tipis 90 halaman ini
terus-terusan memaksa bibir Anda menyungging senyum karena mendapati dan
membayangkan kegokilan yang cerdas dari si empunya cerita.
Tapi jangan salah
sangka. Isi kisahnya sendiri serius, yaitu tentang manajemen usaha, mengambil
inisiatif, cara memimpin dan mengoordinasikan anak buah, mencari hal-hal baru
dalam hidup, bagaimana ‘tampil beda,’ pengambilan keputusan, dan
banyak lagi.
Penerbit buku ini,
Pustaka Bestari, ingin menggugah semangat kewirausahaan pada kaum muda, dari
anak usia SD, SMP, sampai SMA. Dan memang target utama buku ini adalah
anak-anak seusia itu.
Pustaka Bestari
ingin jiwa wirausaha ditanamkan dalam-dalam sejak usia dini. Melalui buku
ini mereka ingin turut mengubah masyarakat ‘pencari kerja’, menjadi
‘pencipta lapangan kerja.’ Konon, negara bisa makmur jika memiliki
sedikitnya 2% wirausaha. Indonesia baru 0,18 % penduduknya berwirausaha. Pantas
saja Indonesia kalah makmur dari sejumlah negara.
Upaya penerbit
mengajak Nilam Zubir untuk menuliskan pengalamannya menjadi pengusaha cilik,
tepat sekali. Bagi orang-orang dewasa, buku tergolong memotivasi ini
mungkin terkesan kurang serius.
Tapi lain bagi
anak-anak usia belia. Lagi pula, tidak adil mengajak anak-anak memahami dunia
yang masih sulit dirabanya, jika kita tak mengenal dunianya, termasuk gaya berkomuniksi
mereka.
Nilam Zubir
berhasil menunaikan tugas sebagai penyampai dan pengajar yang baik.
Selain dia sendiri
bagian dari dunia anak-anak itu, Nilam mampu mengajak kawan-kawan sedunianya
untuk menyelamati hal-hal fantastis yang justru berguna ketika anak masuk ke
kehidupan yang sesungguhnya.
Mempelajari hal
serius tidak harus selalu dengan muka serius. Nilam melakukan ini. Buku
ini ditarik dari pengalaman hidup sehari-hari Nilam saat bersama saudaranya
merintis usaha dan mengikuti banyak aktivitas yang umumnya bisa “diuangkan”.
Di sini, ada ajaran
moral yang dibagi Nilam yang diperolehnya dari wejangan luhur
orangtuanya. Dia dirancang untuk bisa berbisnis dari kecil, tetapi itu
tidak membuatnya menjadi komersil atau matre.
Ajaran orangtua
ternyata tetap yang terampuh, setidaknya dari penuturan Nilam mengenai sejumlah
nilai moral yang diajarkan orangtuanya, diantaranya diungkapkan dalam salah
satu bagian akhir bukunya, “Kata emak, kalo konsep dagangnya diniatin jadi
wirausahawan sosial, itu akan membuat kita jadi gak serakah, jadi mikirin ornag
lain, jadi peka sosial, dan peka situasi (gua udah apal luar kepala…tenooooot
J).
Kendati Nilam
menyampaikannya dalam gaya berseloroh, petuah moral yang diajarkan ibunya itu
amat sarat nilai.
Jadi, kalau satu
saat anak Anda menimpali Anda dengan kalimat sekenanya seperti Anda akan jumpai
dalam buku ini, jangan marah dulu, mungkin sebenarnya anak Anda memahami dan
menuruti petuah Anda.
Pelajaran bagus
lainnya yang bisa dipetik dari Nilam adalah kemauannya untuk selalu mencoba dan
mengenali hal baru. Dia juga mengajarkan, menjadi pengusaha itu adalah
juga soal kemauan memetik pelajaran dari orang-orang sukses.
Maka
disebut-sebutlah oleh Nilam tokoh-tokoh besar seperti pendiri Bank Grameen
Muhammad Yunus, pengusaha Moeryati Soedibyo dan Pia Alisyahbana,
konsultan-konsultan bisnis yang sarannya selalu diperhatikan orang, dan
banyak lagi.
Di akhir bagian
buku, masih dalam gaya ‘gokil’-nya, Nilam berbagi kiat mengenai bagaimana
baiknya memulai, mengelola, dan mengembangkan usaha.
Kiat pertama,
katanya, berani memulai. Lalu, pilih usaha yang dimengerti dan bisa dijalankan.
Selanjutnya, buatlah perencanaan dan konsep usaha yang jelas. Kemudian
–nah ini yang keren– membuat tim kerja dan internal sistem serta SOP. Berikutnya,
berpikir tepat cara mengembangkan usaha.
Karena buku ini
ditulis oleh yang memahami alam pikiran anak muda, dan karena juga isinya
mencerahkan, maka buku ini pantas dimiliki dan dibaca anak Anda, bahkan Anda
sendiri.
Jika seorang
pengusaha kesulitan mengajari anak-anaknya untuk belajar berusaha agar bisnis
mereka ada pelanjutnya, buku ini mungkin membantu keinginan Anda itu.
Juga, siapapun yang bukan pengusaha.
Percayalah, jarang
ada buku berisi hal serius yang menjadi bekal hidup manusia, disampaikan dengan
cara gokil seperti buku ini.
Anda dan anak Anda
dijamin menikmatinya dari awal sampai akhir. Tapi harap ingat, jangan
sendirian membaca buku ini. Salah-salah orang akan mengatai Anda gokil alias
gila, karena Anda akan mesem-mesem sepanjang membaca buku ini. [*]
Sumber:
Kompas, 2 Mei 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar