Tampilkan postingan dengan label kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kolom. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013

Batas


— Betapapun besarnya, kekuatan Amerika terbatas.

BOM atom dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, dengan cahaya panas yang mengerikan pada bulan Agustus 1945. Jepang pun takluk. Maka Amerika Serikat keluar dari perang besar itu dengan kekuatan yang membuat gentar siapa saja. Tak ada yang menandingi. Dari musim panas yang bersejarah itu, abad ke-20 seperti sudah siap menjadi ”Abad Amerika”.

Gautama


Kita tahu cerita termasyhur ini: seorang pangeran lahir di dekat kota kecil Kapilavastu, putra mahkota yang jerit pertamanya dari kandungan ditandai oleh keceriaan alam. Yang dramatis dari riwayat ini ialah ketika ia dewasa, Sidharta Gautama memulai sebuah sejarah besar dengan sebuah selamat tinggal yang radikal.

Bush

Wartawan: Siapa filosof favorit Anda?
George W. Bush: Yesus Kristus.

Menyebut Yesus Kristus ”filosof” adalah sebuah tindakan yang ganjil. Seorang filosof mengamati hidup, merumuskan pandangan dan sikapnya—dan pada suatu saat digugat, dikritik, atau dibatalkan filosof lain. Seorang Kristen lazimnya tak akan menganggap Yesus seenteng itu. Bush, yang dalam kedudukannya sebagai Presiden Amerika Serikat menghidupkan ”kelompok studi Injil” di Gedung Putih, tentu menyadari itu. Tapi ia—dan juga orang-orang konservatif di sekitarnya—memang punya kecenderungan mencampur-adukkan yang ”ilahiyah” dan yang ”duniawi”. Mereka ingin mengalahkan pemisahan antara agama dan negara, antara agama dan pengelolaan masyarakat, antara agama dan ilmu.

K.A.


Hidup memang bukan pasar malam, kata seorang tokoh novel Pramoedya Ananta Toer, tapi mungkin hidup ibarat kereta api. Maka kali ini saya ingin menulis tentang sepur dan manusia—sepur bukan hanya sebuah sarana perjalanan, tapi juga sebuah ruang pertemuan dengan orang lain yang bergerak dari dan ke tempat yang berbeda, semacam kebersamaan dan kesendirian yang tak kekal.

Kim


Horor tak pernah tampil sebagai yang normal. Juga ketika kita tak bersama cerita hantu. Dalam kisah Flash Gordon, horor adalah Kaisar Ming; dalam film James Bond: Dr. No; dalam wayang: raksasa berhidung grotesk.

Pamuk


Ketika Orhan belum berumur 10 tahun, ia membayangkan Tuhan sebagai seorang perempuan tua bertudung putih.

Bandung Bondowoso


BANDUNG Bondowoso menyusun batu dan menegakkan candi, beratus-ratus, sampai lewat tengah malam. Aneh, ia tak merasa lelah, tapi tiba-tiba ia dengar suara-suara pagi datang dari jauh.

2020


Di tahun 2020, dunia baru akan lahir. Kekhalifahan Islam akan menang, dan “umat manusia sekali lagi akan dituntun ke pantai rasa aman dan oasis kebahagiaan…”.
Waktu itu berakhirlah “konfrontasi total” antara kaum.”mukminin” dan “orang kafir” yang berlangsung di seluruh dunia – dan tahap ketujuh dalam rencana besar Al Qaidah akan terpenuhi.

Ayaan

Ayaan memulai pemberontakannya di sebuah gedung bioskop. Ketika itu ia tinggal sebagai anak keluarga pengungsi di Kenya di akhir 1980-an.
Pada usia remaja itu ia jatuh cinta kepada seorang pemuda yang ia beri nama rahasia “Yussuf”. Bagi keluarga Ayaan, hubungan itu salah. Pacaran terlarang bagi tiap gadis Muslimah.

Logos

Logos

Pada mulanya logos. Kemudian keraguan.
Adapun logos, menurut para pakar, berasal dari kata Yunani legein, ”menghimpun”. Tapi kita akan terkecoh bila menyangka kata dari zaman kuno itu tak berkait dengan rasionalitas.

Percakapan Ke-7

Percakapan Ke-7

NASKAH itu berupa 26 percakapan yang dilupakan orang. Semuanya berlangsung menjelang akhir 1391. Waktu itu Bizantium belum jadi wilayah Turki, tapi penguasanya, Manuel II, harus merendah: ia masih disebut ”raja” atau ”Autokrator”, namun praktis ia cuma seorang vasal di bawah daulat sultan yang bertakhta di Anatolia.

Abangan


Pada suatu saat di abad ke-19, seorang sastrawan Jawa bertanya gelisah kepada dirinya sendiri: lebih berat ke manakah hatiku, ke Allah atau ke Ratu?

Mahfouz

Mahfouz

Di lorong itu ada kedai kopi Kirsha. Dindingnya yang doyong dihias ragam arabesk berwarna-warni. Bau racikan jamu menyebar: aroma masa lampau yang jadi bumbu dan obat orang ramai.

Kamis, 02 Mei 2013

Isa

ADA yang menyebutnya ”Napoleon”. Ia memang pendek, bulat, berkibar-kibar dalam tiap konfrontasi, tangkas, dan agresif. Kini tak banyak orang yang masih mengingat sosok dan namanya, tapi pada tahun 1950-an, Kiai Haji Isa Anshary, tokoh Partai Masyumi dari Jawa Barat itu, merupakan tonggak tersendiri di Indonesia: orang mengaguminya atau memandangnya dengan cemas. Terutama waku itu, ketika gagasan untuk mendirikan ”negara Islam” dipergulatkan dalam perdebatan politik dan persaingan yang terbuka.

D.L.L.

Teks bersejarah itu sederet kata yang bergegas. Tak panjang. Seluruhnya terekam di atas secarik kertas separuh folio. Kita mengingatnya kembali saban 17 Agustus, sebab hampir di tiap hari kemerdekaan itu koran dan majalah memuat kembali foto dokumen ringkas itu, atau orang mereproduksinya dalam ukuran besar pada papan untuk diarak dalam pawai: ”Kami, bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia….”

Dari Ambon dan Gedung Hangus


Ambon masih dihuni gedung-gedung hangus. Di kiri-kanan jalan: reruntukan suram. Di kota Maluku ini orang masih bisa bicara dengan rinci tentang kebengisan panjang yang berawal pada tahun 1999 dan berakhir menjelang 2005 itu: rumah mereka yang hancur dibakar, gereja, masjid, dan universitas yang dibumihanguskan, bom yang dirakit dan diledakkan, speed boat yang diserang, preman dan laskar dari luar yang ikut menyulut kebencian, militer dan polisi yang menghasut, pengungsi yang mungkin tak kembali, ratusan saudara dan teman yang mati dibantai. Konflik antara penduduk muslim dan Kristen Maluku itu berakhir dengan sekitar 13 ribu orang tewas; bagaimana orang akan melupakannya?

Dan

Empat bulan sebelum meninggal, Dan Lev menjemput saya di tempat saya menginap di University District, Seattle. Ia masih melangkah gagah pada umur 72. Ia mengenakan jas abu-abu dan pull-over putih. Hari itu di musim semi, Seattle agak dingin.

Libanon

Pesawat-pesawat tempur pertahanan,
Mengitari tinggi langit empat kota
Hingga busuk serakah dan nestapa
Tak bisa menggapai mereka.
— Bertolt Brecht

Glung

Bola api tampak di langit Pangandaran, suara ”glung” dan ”bleg” terdengar di bawah bumi Yogya.- Orang pun gentar, setengah terkesima: apa arti semua itu?

5 Juli

Demokrasi diberi cap buruk dan akhirnya dibuang dari Indonesia pada tanggal 5 Juli 1959.
Republik berubah sejak itu.