Lebih dari
seratus tahun lalu Kartini meninggal, empat hari sesudah melahirkan anak
pertamanya. Dokter Belanda sebelumnya mendiagnosis tidak ada masalah pada
kesehatan Kartini pasca-melahirkan. Namun, beberapa jam setelah dokter pergi,
Kartini menurun kondisinya lalu meninggal.
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 27 April 2013
Masa Depan (Politik) Perempuan
Satu abad yang lalu (1910), pada
konferensi kedua perempuan sosialis sedunia di kota Kopenhagen, seorang aktivis
gerakan perempuan dan tokoh sosialis berkebangsaan Jerman bernama Clara Zetkin
menentang sikap separatis dari gerakan perempuan suffragist (menuntut hak pilih
dalam pemilihan umum).
Islam dan Kebangkitan Nasional: Sebuah Refleksi Sejarah Kebangkitan Nasional
UMAT muslim di Indonesia merupakan penduduk
mayoritas dan terbesar di dunia. Sebagai penduduk mayoritas seharusnya dalam
menjalani tatanan kehidupan bermasyarakat harus sesuai dengan cita-cita
agamanya, yakni suatu kehidupan yang Islami. Namun fenomena yang terjadi di
Indonesia sangat kontras dengan harapan dan keinginan Islam, di zaman yang
menuntut pola hidup dan pemikiran yang progesif untuk mengimbangi modernisasi
budaya barat yang sedang melanda dunia, umat Islam di Indonesia bukannya
semakin memperkuat Ukhuwah Islamiyahnya, tetapi menjadi semakin tertutup dan
saling mencurigai terhadap kelompok Islam yang lain.
Inpres Moratorium, Layakkah Didukung?
Setelah lama ditunggu, mundur lima bulan dari
target, Instruksi Presiden tentang Penundaan Pemberian Izin Baru bagi Hutan
Alam Primer dan Lahan Gambut serta Penyempurnaan Tata Kelola Hutan dan Gambut—populer
disebut dengan moratorium—akhirnya keluar juga.
Instrumen Ekonomi dalam Kebijakan Lingkungan Hidup
BANYAKNYA permasalahan lingkungan hidup yang
terjadi akhir-akhir ini seperti; banjir, kerusakan hutan, pencermaran air
laut/darat, erosi tanah/lahan, dan abrasi pantai, tidak terlepas dari adanya
anggapan bahwa sumber daya (air, udara, laut, hutan beserta kekayaan di
dalamnya, dan lain-lain) adalah milik bersama. Tidak ada satu pun aturan yang
membatasi pemanfaatan sumber milik bersama itu, sehingga terjadilah eksploitasi
yang berlebihan. Setiap pemanfaat menggunakannya semaksimal mungkin dengan asumsi bahwa orang lain akan
memanfaatkan sumber tersebut bila tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Kompleksitan permasalahan ini patut menjadiperhatian kita bersama khususnya dalam
rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia,pada 5 Juni besok.
Hidup yang Erotik (Merevitalisasi Kehidupan Modern dengan Semangat Purba)
EROS, erotik, erotisme. Tiga kata ini akarnya
sama. Suasananya juga sama: gelora semangat purba yang atraktif dan menggoda.
Menjijikkan bagi kaum saleh tapi menggairahkan bagi orang kebanyakan, kotor
bagi para pemeluk teguh tapi merangsang bagi warga abangan, najis bagi umat
alim tetapi tonikum vital bagi mereka yang letih lesu dan berbeban berat.
Jacques Derrida: Biar Tergugat Tetap Berhala
Laku filsafat lazimnya dimaknai sebagai ikhtiar
”memburu” kebenaran. Memburu hingga ke ujung yang paling hulu. Di sanalah kapal
filsuf yang setia berlayar bakal berlabuh. Bila kebenaran hulu telah direngkuh,
berakhir pulakah kelananya yang jauh?
Isu Gender dalam Pengelolaan Lingkungan
Manusia di dalam kehidupannya sangat
mengandalkan air, lahan, energi, keanekaragaman hayati dan ekosistem yang sehat
untuk menjamin kelangsungan penghidupan mereka dan asset alam sangat penting
untuk keluar dari kondisi pemiskinan. Banyak isu lingkungan yang tadinya
berdiri sendiri sebagai isu lingkungan seperti perubahan iklim dan bencana,
sekarang bergeser menjadi isu pembangunan secara umum dan politik karena
luasnya dampak yang ditimbulkan semakin masif dan mempengaruhi hampir semua
sektor kehidupan. Salah satu kelompok penerima dampak terbesar, jika kita
bicara tentang lingkungan dan menurunnya fungsi layanan aset alam adalah
perempuan. Perempuan dan pembedaan peran perempuan dalam masyarakat di
Indonesia membuat beban yang lebih bagi perempuan. Perempuan sering mengalami
ketidakadilan akibat pembedaan gender tersebut.
Kemajemukan Peradilan
Kemajemukan sistem peradilan Indonesia tidak
berarti tak ada kepastian hukum. Mahkamah Konstitusi menilai sebaliknya dan
menuntut unifikasi peradilan khusus korupsi.
Minggu, 21 April 2013
Korupsi, Perspektif Antropologi
Korupsi,
Perspektif Antropologi
Oleh
Amich Alhumami
Praktik korupsi di Indonesia sudah di luar nalar
sehat. Korupsi itu bukan hanya dilihat dari miliaran rupiah yang dicuri,
melainkan pelakunya juga orang-orang terhormat di lembaga kenegaraan dan
pemerintahan.
Kegamangan Multikulturalisme di Indonesia
Kegamangan
Multikulturalisme di Indonesia
Oleh
Achmad Fedyani Saifuddin
Semenjak reformasi dicanangkan pada tahun 1998
di Indonesia—jika kita menggunakan angka tahun itu sebagai titik tolak—isu-isu
politik kebudayaan mengemuka dan berkembang cepat. Salah satunya adalah isu
multikulturalisme yang dipandang (diduga) dapat menjadi perekat baru integrasi
bangsa.
Historiografi Feminis dalam Penulisan Sejarah
Historiografi
Feminis dalam Penulisan Sejarah
Oleh
Maria Hartiningsih
Pengalaman ketertindasan perempuan serta
pengalaman mereka yang kalah atau dipaksa kalah sampai saat ini masih berada di
dalam ruang gelap sejarah. Untuk menyingkapnya, diperlukan perspektif feminis
dalam penulisan (ulang) sejarah.
Langganan:
Postingan (Atom)