Tampilkan postingan dengan label Cerpen Kurnia Effendi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Kurnia Effendi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 April 2013

Randu Rekah

Randu Rekah
Cerpen Kurnia Effendi

"AKU akan melamarmu di musim randu rekah. Saat itu langit di atas kampung kita dikelilingi kapuk yang melayang-layang seperti burung putih yang larut oleh hembusan angin," kata Sanusi pada suatu senja di tepi sungai. Sepasang kakinya terjulur ke tebing yang memiliki undakan batu. Sesekali air memercik dingin. Melepaskan serpih lumpur yang mengering di atas matakaki.

Sabtu, 13 April 2013

Jalan Teduh Menuju Rumah

Jalan Teduh Menuju Rumah
Cerpen Kurnia Effendi
               
TERNYATA aku hanya seorang pendongeng. Sejak kedua anakku masih belum lancar membaca, aku selalu mengantar tidur mereka dengan sebuah dongeng. Mula-mula kuceritakan tentang muslihat Sang Kancil, yang selalu cerdik dalam menghadapi berbagai bahaya. Karena perbendaharaan kata yang terhimpun di kepala anak-anakku belum sebanyak mereka yang sudah sekolah, tentu aku menggunakan bahasa yang sederhana.