|
Judul
buku: Dari Kepompong Menjadi Kupu-Kupu;
Refleksi Menuju Sukses Diri
& Organisasi
Penulis: Drs. HD.Iriyanto, MM Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta Cetakan: Januari 2008 Tebal : xxvi+182 Halaman Peresensi: Fuad Hasan*) |
Siapapun yang
bersungguh-sunguh dalam proses pencarian, maka ia akan menemukan apa yang
dicarinya. Thomas Aquinas
Sebagai ciptaan
yang sempurna, manusia dibekali oleh sang pencipta sebuah perangkat lunak yang
paling berpengaruh dalam segala hal, yaitu akal. Artinya, dengan akal manusia
menjadi mahluk khusus, yakni dapat berfikir, berangan-angan meneropong
kehidupan masa depan. Sebagai mahluk berakal, manusia mampu berusaha keras
menghasilkan produk pikiran untuk merubah hidup. Hidup menuju sukses, Seperti
kepompomg yang menjijikan berevolusi menjadi kupu-kupu yang bernilai tinggi.
Setiap insan
mempunyai dasar fitri yang sama, dibekalkan hati serta pikiran oleh sang
pencipta sebagai ‘uang saku’ untuk mengarungi perjalanan dalam lika-liku dunia
kehidupan. Bermacam potensi dan spesifikasi terdapat pada diri manusia. Manusia
dituntut mengeksplorasi potensi-potensi itu sehingga menemukan hal baru yang
terpendam dalam diri dan menginovasikannya untuk menuntaskan masalah secara
maksimal.
Membaca
fenomenologi metamorfosis akhir kupu-kupu. Pikiran kita akan menemukan
cakrawala baru tentang proses luar-biasanya. berproses dari ulat menjadi
kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu. Ulat adalah hewan yang menjijikan.
Banyak manusia merasa tidak nyaman jika mendekatinya. Dalam hal ini sang
pencipta ulat, mencurahkan hak penuh padanya untuk mencari jalan keluar menuju
hidup yang harmonis bisa bergaul/ berinteraksi dengan yang lain. Seekor ulat
berani berspekulasi ‘berpuasa’ untuk berubah total wujud demi cita-citanya yang
tidak mungkin terwujud. Tetapi dengan keyakinan, keteguhan, optimis pada
dirinya ulat melakukan ‘kontemplasi’ untuk sukses dalam revolusinya, dan
ternyata berhasil menjadi mahluk mulia, kupu-kupu.
Sinergi dengan
filosofis kehidupan manusia, bahwa dalam rangka meniti perjalanan hidup ia
harus mampu mengkonstruksi, merubah adat kebiasaan yang negatif. Dia harus
berani merevolusi diri seperti halnya kupu-kupu. Manusia lebih sempurna dari
pada kupu-kupu, yang berstatus sebagai binatang. Manusia dibekali hati dan akal
untuk berfikir bagaimana merubah dirinya dan menggunakan fikiran untuk belajar
membaca kesuksesan alam. Menggunakan fikiran untuk membaca bagaimana ulat
menjadi kepompong, bagaimana proses panjang kepompong menjadi kupu-kupu yang
indah dan mempesona. Dengan akal fikiran pasti manusia mampu mencerna,
mencermati perubahan signifikan alam, sehingga bisa menerapkan nilai-nilai
tersembunyi dari alam pada dirinya.
Semakin kuat
analisis manusia menekuni studi dengan alam semakin besar pula peluagnya untuk
mencapai relatifitas kebenaran, mencari hikmah dalam setiap mata memandang,
setiap akal berfikir dan setiap beroperasinya anggota badan. Hal fundamen yang
akan diperoleh adalah menemukan keajaiban-keajaiban yang positif sebagai
penunjang, pemertajam alat berfikir sehingga menemukan paradigma baru yang
lebih signifikan dalam berproses untuk sukses.
Banyak teori yang
bertebar dalam buku-buku praktis sebagai bahan bacaan dan modal untuk
meraih kesuksesan. Tetapi sisi lain dari buku karya HD.Iriyanto yang berjudul
Dari Kepompong Menjadi Kupu-Kupu; Refleksi Menuju Sukses Diri & Organisasi
ini menguak bagaimana menciptakan ‘kunci pintu sukses’ dalam diri manuisa.
Disini jelas gamblang bahwa manusia mempunyai peran aktif sebagai penentu
kesuksesan yang disertai dengan dua faktor lainnya, atau yang mashur dengan
istilah Triple R.
Triple R
Selain diri sendiri
sebagai penentu kesuksesan, ada dua ‘kunci serep’ lainnya. Yaitu orang lain
atau klien yang bersifat sebagai motifator jika dalam berproses kita mengalami
kerancuan, dan yang ketiga adalah organisasi. Sangat penting bagian ketiga ini.
Walau bagaimanapun manusia adalah mahluk sosial, saling bantu-membantu antara
satu dengan yang lainnya. Dalam organisasi menusia akan belajar bagaimana
mengerti karakter orang lain yang akan menambah kualitas dalam hidup. Sanagat
berhubungan erat substansi Tripel R ini yakni, berproses yakin pada diri
sendiri, menjalin relasi dengan oreng lain dan mengerti orang lain dalam
berorganisasi.
Ketika berjalan di
jalur menuju sukses, seseorang harus mampu membuang jauh-jauh perasangka atau
tindakan negatif seperti pesimis dalam memandang hidup, terlalu bergantung
tinggi pada orang lain dan terpenting adalah mengubur dalam-dalam sifat malas
yang selama ini menjadi benteng penghalang untuk mencapai kesuksesan dalam
diri. Banyak jalan menuju roma, begitulah pepatah orang-orang kuno. Kalimat ini
mempunyai arti filosofis yang dalam, jalan untuk sukses memperoleh apa yang
diinginkan sepert halnya kupu-kupu, tidak hanya satu. Tetapi banyak jalan untuk
sukses sempurna salah satunya yang mendasar adalah refleksi terlebih dahulu
dalam memutuskan sesuatu.
Merefleksikan
kembali niat sangat penting untuk menuju sukses. Akal juga perlu dilandasi hati
yang bersih untuk memperoleh jalan cerdas. Artinya jalan sukses menakjubkan
dalam berkompetisi secara sehat. Untuk menjadi orang sukses diperlukan fikiran
sehat dan mengoptimalkan sumber daya kekuatan dalam diri dengan landasan
fikiran jernih pula. Suksesnya ulat berubah menjadi kupu-kupu, mengindikasikan
manusia yang sempurna untuk berubah dari hal yang kecil menuju puncak yang
relatif sempurna.
Tidak kalah
signifikan dalam rangka menuju ‘menjadi manusia sukses’ dalam berlayar
mengarungi samudera dunia. Harus akrab dengan kata-kata bijak seperti
bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Jiwa yang senantiasa kuat,
memberanikan dirinya untuk berusaha dalam hal material ataupun spiritual.
Dengan serius membaca buku ini, seorang akan menemukan spirit baru (The new
spirit) dalam berevolusi layaknya proses kepompong, dengan usaha keras hingga
berubah total menjadi kupu-kupu yang semua akan suka padanya. [*]
*) Peminat
Filsafat, Mengikuti Short Study Filsafat di The Institute of Old Djoglo Cabean
(TODC). Tinggal di Yogyakarta.
Sumber:
BatamPos, Minggu,
08 Pebruari 2009

Tidak ada komentar:
Posting Komentar