Tampilkan postingan dengan label Cerpen Sori Siregar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Sori Siregar. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Sampurno, Rekan Saya

Sampurno, Rekan Saya
Cerpen Sori Siregar

Saya tidak mengenalnya. Dia juga tidak mengenal saya. Tapi kami saling menyapa. Saling sapa ini terjadi setiap kali kami berpapasan pada saat olahraga jalan kaki hari Selasa, Kamis dan Minggu pagi.

Minggu, 14 April 2013

Potomac

Potomac
Cerpen Sori Siregar

Dari seberang jalan Parlaungan menunjuk ke sebuah jendela. Putrinya Fari mengikuti arah jari telunjuk ayahnya. "Dulu meja bapak di depan jendela itu. Di sanalah bapak mengetik setiap hari dengan mesin ketik tua yang masih baik kondisiya. Jendela di depan bapak senantiasa terbuka. Karena itu, kalau jari-jari bapak telah lelah mengetik naskah acara yang akan disiarkan, bapak menyandar dan menatap keluar jendela. Nah, yang pertama kelihatan tentu saja itu", kata Parlaungan sambil mengubah arah jari telunjuknya.

Sabtu, 06 April 2013

Ananda yang Terhormat


Ananda yang Terhormat
Cerpen Sori Siregar

Sumiran tidak memberitahu kedatangannya. Karena itu, Aisah yang membuka pintu terperanjat ketika melihat anaknya berdiri di depannya. Ia segera memeluk Sumiran yang begitu lama tidak menjenguknya.