Saya tidak mengenalnya. Dia juga tidak mengenal
saya. Tapi kami saling menyapa. Saling sapa ini terjadi setiap kali kami
berpapasan pada saat olahraga jalan kaki hari Selasa, Kamis dan Minggu pagi.
Dari seberang jalan
Parlaungan menunjuk ke sebuah jendela. Putrinya Fari mengikuti arah jari
telunjuk ayahnya. "Dulu meja bapak di depan jendela itu. Di sanalah bapak
mengetik setiap hari dengan mesin ketik tua yang masih baik kondisiya. Jendela
di depan bapak senantiasa terbuka. Karena itu, kalau jari-jari bapak telah
lelah mengetik naskah acara yang akan disiarkan, bapak menyandar dan menatap
keluar jendela. Nah, yang pertama kelihatan tentu saja itu", kata
Parlaungan sambil mengubah arah jari telunjuknya.
Sumiran tidak memberitahu
kedatangannya. Karena itu, Aisah yang membuka pintu terperanjat ketika melihat
anaknya berdiri di depannya. Ia segera memeluk Sumiran yang begitu lama tidak
menjenguknya.