Judul: Eliana
Penulis: Tere-Liye
Penerbit: Republika Penerbit
Cetakan: I (pertama) Tahun 2011
Tebal: iv + 519 halaman
|
Selamat datang di dunia yang tak pernah
terbayangkan. Di mana rasa ingin tahu dan proses belajar menyatu dengan
kepolosan, kenakalan, hingga isengnya dunia anak-anak. Selamat datang di sebuah
petualangan hebat, ketika persahabatan, pengorbanan, dan pemahaman yang baik
atas kehidupan tumbuh dari wajah-wajah ceria terus melekat hingga mereka tumbuh
dewasa.
Adalah Eliana, anak sulung Mamak yang pemberani,
bersama tiga rekannya, mereka membentuk geng dengan sebutan “Empat Buntal”.
Berempat mereka kompak, bahu-membahu melewati hari-hari seru. Kejadian suka-
duka, pantang menyerah, terus menghiasi hari-hari mereka.
Melawan kerakusan di kampong kecil dengan sabuk sungai dikelilingi hutan, dan dibentengi bukit-bukit hijau adalah keseharian mereka. Adalah Mamak yang membesarkan anak-anak dengan disiplin tinggi, tegas, akhlak tidak tercela, serta tanpa kompromi. Dan adalah Bapak yang selalu riang, memberikan teladan dari perbuatan, serta selalu bijak menyikapi masalah.
Melawan kerakusan di kampong kecil dengan sabuk sungai dikelilingi hutan, dan dibentengi bukit-bukit hijau adalah keseharian mereka. Adalah Mamak yang membesarkan anak-anak dengan disiplin tinggi, tegas, akhlak tidak tercela, serta tanpa kompromi. Dan adalah Bapak yang selalu riang, memberikan teladan dari perbuatan, serta selalu bijak menyikapi masalah.
Kisah lengkap perjalanan geng bocah terpapar
penuh warna di buku Eliana ini. Buku ini merupakan buku ke-4 serial Anak-anak
Mamak, setelah Burlian (buku ke-2), Pukat (buku ke-3), dan berikutnya Amelia
(buku pertama yang terbit 2011). Inilah serial terbaik untuk memahami kasih
sayang keluarga, kesederhanaan, serta keteguhan tekad berbuat baik.
Dalam komentarnya, Pembina Komnas Anak, Kak Seto
menyatakan bahwa Tere-Liye (penulis buku ini), mengajak pembacanya menghargai
dunia anak-anak lewat karya ini. Eliana, kata dia, merupakan karya yang
menantang pembaca sekalian untuk semakin peduli lingkungan lewat mozaik cerita
‘kenakalan’ anak-anak yang kaya warna dan sangat indah.[*]
Dimuat
di Republika,4 Februari 2011
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar