|
Judul:
Effective Apology: Merajut Hubungan,
Memulihkan Kepercayaan
Penulis: John Kador Penerbit: Alvabet Tebal: 332 halaman
Peresensi:
Mohamad Asrori Mulky*)
|
Siapa pun tidak
bisa menyangkal bahwa manusia diciptakan secara sempurna di antara makhluk
Tuhan lainnya. Tapi tidak ada yang bisa menjadi sempurna untuk menjalani hidup
di dunia ini. “Manusia terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan
dosa dan kesalahan,” kata Nabi Muhammad, “tapi manusia yang menyadarinya,
berjanji untuk tidak melakukannya lagi, dan segera meminta maaf.”
Melalui buku
Effective Apology: Merajut Hubungan, Memulihkan Kepercayaan, John Kador
mendedahkan keterampilan “permintaan maaf” kepada pihak lain, utamanya dalam
dunia pekerjaan dan bisnis.
Bagi Kador,
permintaan maaf yang menyangkut masalah pribadi, yang lingkup dan tantangannya
lebih kecil, mungkin akan lebih mudah diucapkan orang. Apalagi jika orang yang
bersangkutan tergolong individu yang tidak memiliki pengaruh besar. Tapi,
bagaimana jika hal itu terjadi pada sebuah perusahaan bisnis beken yang
menyangkut harkat dan martabat perusahaan tersebut, atau menimpa seseorang yang
memiliki status sosial yang cukup tinggi? Inilah yang jadi fokus pembahasan
Kador dalam buku ini.
Permintan maaf
adalah perbuatan yang mengulurkan diri kita kepada orang lain karena kita
mementingkan hubungan baik ketimbang kebutuhan untuk menjadi benar tanpa noda.
Permintaan maaf mensyaratkan kerendahan hati dan kepasrahan jiwa dari orang
bersangkutan. Dan ini bukan berarti berpikir rendah akan diri kita sendiri,
membiarkan kita diinjak-injak, dicemooh, ataupun memosisikan diri kita lebih
hina dari orang lain, tapi lebih dari itu, targetnya adalah memikirkan
keberlanjutan kemaslahatan antara kita dan orang lain.
Permintaan maaf
harus dilakukan secara tulus dan ikhlas yang bersumber dari hati nurani yang
paling dalam, bukan paksaan atas pertimbangan untung dan rugi. Dalam buku ini,
Kador menggarisbawahi bahwa bukan seberapa banyak kita harus melakukan
permintaan maaf kepada orang lain, tapi bagaimana kita meminta maaf yang
efektif dan membawa hasil kebaikan. Permintaan maaf efektif dalam rumusan Kador
mensyaratkan terpenuhinya situasi yang harmonis dan terciptanya kebaikan.
Yaitu, sebuah permintaan maaf yang memulihkan ketegangan dalam hubungan,
menciptakan peluang untuk maju, dan memberi hasil yang lebih baik bagi semua
pihak tanpa pandang bulu.
Buku ini mengajak
kita berpikir tentang nilai mendasar suatu permintaan maaf, bagi kita dan sang
penerima, dengan menelusuri secara terperinci dimensi-dimensi kunci–yang
disebut Kador sebagai 5 P–permintaan maaf yang tulus, permintaan maaf yang
memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan memperbarui. Kador juga memberikan
kiat-kiat menerima atau menolak permintaan maaf, sepuluh hal yang harus dan
tidak boleh dilakukan (dos and don’ts) perihal permintaan maaf, serta kuis
untuk menguji AQ (Apology Quotient) kita. Kesemuanya membantu kita untuk
bagaimana bersikap baik dalam meminta dan memberi maaf.
Buku ini memberi
tahu kita hal-hal pokok dalam merangkai permintaan maaf yang efektif serta
membuahkan hasil di dunia kerja dan bisnis. Buku ini dilengkapi lebih dari 70
contoh permintaan maaf yang baik, buruk, maupun yang tidak efektif. Semuanya
itu dijelaskan dengan begitu mengagumkan oleh Kador. [*]
*) Pegiat di LSIK
(Lembaga Studi Islam dan Kebudayaan)
Sumber:
Koran Jakarta, 15
Februari 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar