Tampilkan postingan dengan label Cerpen Isbedy Stiawan ZS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Isbedy Stiawan ZS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2013

Si Pemabuk itu Bertobat

Si Pemabuk itu Bertobat
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

SI PEMABUK itu kini tampak sungguh-sungguh bertobat. Sarung hitam berlurik kotak-kotak melilit tubuhnya, piyama (kau menyebut baju koko) dan peci-semuanya berwarna putih mempermanis kehadirannya di mesjid ini.

Sepekan Jelang Lebaran

Sepekan Jelang Lebaran
Oleh Isbedy Stiawan ZS

IJAH yakin kalau Mas Parman akan pulang sepekan menjelang lebaran, seperti dia tulis dalam suratnya dua pekan lalu. Dia makin optimis tatkala suaminya menelepon lima hari lalu. Setengah berlari Ijah menuju rumah tetangganya yang memiliki pesawat telepon, karena lakinya menelepon ke pesawat itu.

Senin, 15 April 2013

Sebotol Mineral

Sebotol Mineral
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

PEREMPUAN paruh usia bertutup kepala itu cepat sekali lenyap. Seperti ditelan remang senja. Seteleh mengucapkan terima kasih atas sebotol minertal untuk bernuka puasa. Mas Tohari berkali-kali keluar rumah makan, ingin mencari ibu itu. Tetapi, tak juga dilihatnya bayang-bayang ibu itu sedikit pun. Mas Tohari tampak gelisah, seperti menyesali diri.

Minggu, 14 April 2013

Penyanyi Kafe

Penyanyi Kafe
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

SEBAGAI penyanyi kafe di sebuah tempat hiburan malam, Linda selalu pulang menjelang fajar. Tak jarang ketika ia membuka pintu rumahnya, adzan subuh terdengar dari pengeras suara dari kubah masjid. Setelah itu, rumahnya akan kembali terbuka seusai dzuhur. kompleks perumahan ini ia mengontrak selama dua tahun, dan ia menempati rumah yang terletak di paling kiri jalan itu baru 6 bulan. Di rumah itu ia sendirian. Hanya sesekali, ada perempuan yang menemaninya. Mungkin temannya sesama penyanyi kafe.

Penghargaan Gubernur

Penghargaan Gubernur
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

JANGAN pula bertemu lurah maupun camat, apalagi akan bersalaman dengan Gubernur. Tidak pernah terbayangkan. Itu sebabnya ketika ia menerima undangan untuk mendapatkan penghargaan dari Gubernur, hatinya berbunga tak alang-kepalang. Ia segera bersujud syukur. Diikuti istrinya, Asih, yang ia nikahi puluhan tahun dan telah dikaruniai tiga anak lelaki.

Sabtu, 13 April 2013

Kamar Kontrakan

Kamar Kontrakan
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

HAMPIR dua tahun aku dan istri mengontrak sebuah kamar di lantai dua, dan berada paling ujung hingga memudahkan aku untuk berbuat apa pun tanpa pernah merasa mengganggu ketenteraman orang lain. Apalagi, kamar kontrakan yang ada 10 ini lebih banyak pelajar dan mahasiswa.

Cerita Laki-laki Penguping

Cerita Laki-laki Penguping
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

DI kompleks perumahan type 21 banyak hal bisa terjadi dan selalu berbau rakyat jelata. Berbeda dengan perumahan elite yang terkadang antartetangga tak saling kenal dan tak salingsapa, di perumahan type 21 sesama tetangga saling kenal dan kerap bersenda-gerau. Selain itu, sepertinya rahasia paling rahasia dalam satu rumah keluarga, tetangga lain cepat sekali mengetahuinya. Entah caranya bagaimana kabar yang terjadi dalam suatu rumah tangga bisa begitu cepat menyebar. Ibaratnya jarum jatuh di dalam rumah, tetangga paling ujung jalan akan tahu beritanya. Apatah lagi perabot rumah tangga ataupun lemari yang hancur karena suami-istri bertikai.

Sabtu, 06 April 2013

Almarhum Mas In


Almarhum Mas In
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

Sebelum mati, ia lebih dulu melampaui saat-saat kritis yang membuat cemas sekeluarga: biji matanya seakan hendak menggapai ubun-ubunnya, bibirnya berkomat-kamit namun bukan menyebut nama-nama Tuhan ataupun berdoa-entahlah apa yang ia ucapkan sebab tak satu kata pun terdengar jelas.

1.000 Kutu di Kepala Anakku

1.000 Kutu di Kepala Anakku
Cerpen Isbedy Stiawan ZS

SOAL gizi buruk ataupun polio bagiku sudah tidak lagi menarik sebagai berita. Karena itu, tak perlu diceritakan maupun dikabarkan. Bahkan flu burung yang sempat merebak di seluruh kota di negeri ini, kini tak lagi membuat bulu tengkukku berdiri. Aku tak takut lagi terkena flu burung. Apalagi sudah ada jaminan pemerintah kalau hewan-hewan sejenis itu sudah bebas dari rabies flu burung. Jadi, tak ada keraguan aku mengonsumsi daging ayam.