Tampilkan postingan dengan label Cerpen Sunaryono Basuki Ks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Sunaryono Basuki Ks. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Tetes Air di Kamar Jenazah Pak De

Tetes Air di Kamar Jenazah Pak De
Cerpen Sunaryono Basuki Ks

Kami hanya berdua, maksudku tentu bertiga, dengan Pak De Juri yang terbujur di ruang sebelah dengan tetes kran bocor yang terus juga menetes setetes-setetes, sementara aku tak mampu menutup telingaku yang bagaikan dibor tetes itu.

Setelah Shalat Ied


Setelah Shalat Ied
Cerpen Sunaryono Basuki Ks

Mas Eko Endarmoko sudah menyiapkan berbagai piranti untuk menyambut Lebaran. Kue kering beberapa kotak, sirup Marjan beberapa botol, dan juga kurma walaupun selama Ramadhan banyak orang sudah makan kurma tetapi tamu-tamunya nanti ada juga yang bukan muslim dan tidak makan kurma.

Selasa, 16 April 2013

Tamu di Malam Tahun Baru

Tamu di Malam Tahun Baru
Cerpen Sunaryono Basuki Ks

Malam Tahun Baru Muram. Sejak pagi gerimis bergantian dengan hujan deras. Semalam jam 20.22 WITA atau 19.22 WIB hpku menyala dan berita yang dikirim oleh Saut Situmorang berbunyi: "Gus Dur meninggal dunia."

Surat yang Ditulis dengan Tinta Merah

Surat yang Ditulis dengan Tinta Merah
Cerpen Sunaryono Basuki Ks

Iwan seorang sastrawan, walau pun belum terkenal, dia menghayati sastra dengan jiwanya. Sejak kecil. Bahkan karena ketertarikannya pada karya sastra yang disiarkan oleh radio, dia juga ingin menjadi penyiar radio. Dia bahkan bersurat pada pengasuh ruang Arena Pelajar yang disiarkan oleh radio setiap jam enam tiga puluh pagi mengenai keinginannya menjadi penyiar radio. Apa syarat-syaratnya dan sebagainya. Tersebab radio satu-satunya media elektronik yang ditangkap teman-temannya, maka pagi itu di sekolah dia menjadi terkenal, karena pertanyaannnya dibacakan di radio. Alangkah senang bilamana dia sendiri bisa bicara di depan corong radio.

Seru Aku dari Situ

Seru Aku dari Situ
Cerpen Sunaryono Basuki Ks

Pagi sehabis subuh saya aktifkan kembali HP saya dan sebuah sms masuk: "Ketika di masjid Nabawi Madinah & Masjidil Haram Mekkah, saya juga berdoa untuk kesehatan Bapak & terpanggil berhaji ke tanah suci," Berkaca-kaca mataku. Tahun ini, ada tiga orang sahabat yang menunaikan ibadah haji, ketiga-tiganya berpamitan minta doa. Ketika musim haji pulang, saya kirim sms menyambut mereka satu persatu dengan ucapan "Selamat datang Haji Mabrur". Yang pertama M. Shoim Anwar, yang langsung menjawab: "Amien. Saya tiba tadi malam."

Minggu, 14 April 2013

Sepasang Mata yang Indah

Sepasang Mata yang Indah
Oleh Sunaryono Basuki Ks

Merasa prihatin atas ditutupnya sebuah lembar sastra koran Jakarta menyusul penutupan lembar yang sama oleh koran lain setahun sebelumnya, lelaki itu mengirim sms kepada Mas Yanto yang juga redaktur sebuah lembar sastra. Dia katakan, kalau semua lembar sastra harus menyingkir ke internet maka akan lebih banyak orang yang memenuhi ruang praktek dokter mata. Dengan puitis Mas Yanto menjawab; "karenanya banyak orang yang menyembunyikan sepasang mata indahnya."

Pemburu Kijang Kencana

Pemburu Kijang Kencana
Cerpen Sunaryono Basuki Ks

Kalian pasti tahu siapa pemburu kijang kencana itu. Namanya Sri Rama, dan istri tercintanya Dewi Shinta yang cantik molek jelita. Mereka bertiga berburu di hutan belantara: Sri Rama yang tampan dan mahir memanah, adik kandungnya Laksmana yang tenang dan bijaksana, serta Dewi Shinta yang cantik jelita serta molek. Molek berarti tubuhnya sehat namun bukan kegemukan. Tubuhnya penuh dan sehat yang membuatnya sangat menarik perhatian para lelaki.