Sepuluh
Ribu Rupiah untuk Tuhan
Cerpen
Teguh Winarsho AS
DUDUK menyendiri di pojok serambi masjid usai
shalat tarawih, Darbi menahan lapar. Wajahnya pucat. Tubuhnya berkeringat.
Perutnya terus melilit-lilit perih, seperti disengat kalajengking. Wajar, sewaktu
buka puasa sore tadi perutnya hanya terganjal dua potong pisang goreng dan
segelas air putih.