Sabtu, 22 Maret 2014

Differentiate or Die

Judul: Differentiate or Die
Pengarang: Jack Trout
Penerbit: Erlangga
Tahun: 2000
Tebal: ix + 229


Zaman modern dimeriahkan dengan berbagai macam persaingan. Dalil Charles Darwin dalam bukunya The Survival for the Fittest masih relevan untuk direnungkan lagi. Yang mampu mengelola persaingan dan berjiwa besar dalam menghadapinya akan dapat bertahan hidup. Di dunia ekonomi bisnis pun, persaingan terjadi dan ‘wajib’ dikelola bagi mereka yang ingin mempertahankan hidup bisnis dan organisasinya.
Adalah Jack Trout, Presiden Trout & Patners, yang dengan jenius memberikan jurus jitu dalam menghadapi persaingan. Biasanya, banyak orang bersaing dengan menggunakan cara-cara yang sama. Banyak yang bersaing dengan mengumbar jargon ‘kualitas yang lebih baik’, nilai yang lebih tinggi’ atau ‘produk yang lebih baik.’ Mereka merasa dirinya selalu lebih baik daripada pesaing dan pada akhirnya kenyataanlah yang berbicara. Hal serupa juga dilakukan oleh para pesaingnya. Mereka mengepung dengan mengumbar jargon yang sama. Intinya, mereka menyatakan diri lebih unggul dari pesaingnya. Positioning menjadi proses yang sangat fundamental.
Jack Trout menerobos dengan cara lain. Dia menggunakan cara yang unik. Katakanlah sebuah unique selling proposition (USP). Yang unik adalah differensiasi. Diferensiasi dapat dilakukan pada produk atau organisasi. Dengan diferensiasi, diusahakan pembedaan pada organiasi atau produk yang satu dengan organisasi atau produk pesaingnya. Tujuannya jelas yakni untuk merebut hati para konsumen. Secara sederhana, Jack Trout menggunakan metode ‘Berani Tampil Beda!.’ Misalnya, banyak perusahaan atau organisasi yang selalu mengiklankan produknya yang berkualitas, dengan servis prima dan kreativitas tinggi, tetapi tidak selalu efektif untuk mendongkrak pemasaran. Cara jitu justru dengan melihat perbedaan, yakni soal harga. Jack Trout menawarkan harga yang tinggilah yang justru akan semakin dipercaya konsumen.
Cara yang unik Jack Trout ini mengingatkan ‘wejangan’ dari Tom Peters di zaman yang serba tidak pasti dan edan ini: ‘Be Distict or Extinct’ (berbeda dalam segala hal atau musnah). Lima cara yang ditawarkan Jack Strout dalam mendiferensiasi produk, antara lain mengidentifikasi, mempersonifikasi, menciptakan generik baru, mengubah nama, dan memposisikan kembali kategori produk.
Buku setebal 229 ini mempunyai kekuatan dalam mengungkapkan kekuatan logika, kesederhanaan, dan kejernihan dan langsung membahas langsung ke jantung masalah. Ide dari bab per bab pun terangkai dengan logis sehingga pembaca mendapat informasi yang runtut.
Jack Trout menerangkan ada beberapa langkah menuju tema pokoknya, yakni diferensiasi. Kekuatan Jack Strout adalah bahwa proses ini sudah dikembangkan selama lebih dari 30 tahun. Pertama-tema, diferensiasi bukan masalah kreatif, indah maupun imajinatif. Melainkan soal logika. Kekuatan logika inilah yang menjadi awal dalam proses itu. Terkait ini, pertama-tama harus ditemukan relasi yang masuk akal antara pesan yang mau disampaikan dengan apa yang dibutuhkan konsumen dan dimiliki oleh para pesaing. Langkah selanjutnya adalah menemukan ide pembeda. Dalam hal ini, menjadi beda adalah menjadi tidak sama. Langkah ketiga, memiliki bukti. Untuk membangun argumen yang logis untuk diferensiasi yang telah dibuat, haruslah dimiliki bukti-bukti sebagai pendukung diferensiasi tersebut, membuatnya nyata dan dapat dipercaya. Maksudnya, jika Anda mempunya produk yang ‘berbeda’, Anda harus mampu mendemosntrasikannya. Tujuannya jelas, menarik kepercayaan konsumen. Langkah keempat, mengomunikasikan perbedaan Anda. Komunikasikan perbedaan itu kepada sebanyak orang.
Jack Trout dengan apiknya memberi banyak contoh dalam setiap gagasannya. Hal ini menjadikan buku ini mudah dipahami. Cerita kesuksesan dari beberapa sosok ditampilkan Jack trout sebagai penutup. Tujuannya adalah untuk mempertegas kembali gagasan diferensiasi ini. Ini bukan sekadar bualan dari Si Ahli marketing kelas dunia saja.
Buku ini memang layak dibaca oleh siapa saja, khususnya mereka yang ada di organisasi atau perusahaan yang hidup dalam alam persaingan dengan organisasi atau perusahaan lain. Intinya, zaman sekarang semua konsumen dihadapkan pada ledakan pilihan. Di antara lautan pilihan itu, ciri pembeda menjadi fundamental. Yang tidak berani berbeda, justru akan tenggelam dalam lautan pilihan itu. Nah, diferensiasi menjadi penting. Tampil beda, siapa takut?! [*]

--Sigit Kurniawan

Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar